» » Penukaran ATM dengan Kartu Debit GPN Sudah 30 Persen

RedaksiManado.Com-- Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) BI Pungky Purnomo Wibowo menyatakan penukaran kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) debit dengan logo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sampai saat ini sudah mencapai 30 persen dari total 167 juta keping ATM beredar.

Dengan pencapaian tersebut BI optimis akhir 2018, distribusi kartu berlogo GPN bisa mencapai 50 persen. Ia juga optimis, penyelesaian distribusi kartu berlogo GPN yang sebelumnya ditargetkan selesai 2021 bisa selesai tahun depan.

"Melihat perkembangan teknologi dan semangat masyarakat ya yakin akan cepat," kata Pungky saat ditemui di acara BI Fun Bike pada Minggu (29/7) di Jakarta Pusat.

Pungky mengatakan tingginya minat masyarakat menukarkan ATM dengan kartu berlogo GPN disebabkan oleh biaya murah yang dikenakan saat masyarakat menarik uang dari ATM atau bertransaksi melalui mesin Penangkap Data Elektronik (EDC).

Beberapa bank yang belum siap dengan sistem GPN saja telah menyatakan akan menurunkan harga transaksi antarbank. Jika biasanya per transaksi, nasabah dikenakan biaya Rp6.500 kali ini sudah ada bank yang menyatakan akan menurunkannya tinggal Rp2 ribu per penarikan atau transaksi agar tak ditinggalkan pengguna.

Selain itu, Pungky juga mengatakan distribusi kartu GPN yang cepat juga disebabkan upaya BI dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat.

BI meluncurkan program GPN mulai akhir 2017 kemarin. Program tersebut dilaksanakan untuk menghapus sekat yang terjadi dalam transaksi perbankan.

Melalui program ini, pemilik kartu debit bank tertentu bisa bertransaksi melalui mesin ATM atau perangkat EDC bank lain. (Red)

Redaksi manado 2017 7/30/2018

Penulis: Redaksi manado 2017

RedaksiManado.Com : Situs Media Online yang menyajikan berita secara umum baik Internasional, Nasional dan Khususnya di Sulawesi Utara
«
Berikutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Tidak ada komentar: