» »Unlabelled » Tip Memotret dengan Kamera Ponsel


RedaksiManado.Com -- Kamera smartphone membuat pekerjaan mengambil foto jadi pekerjaan yang lebih mudah saat ini. Apalagi dengan ponsel-ponsel anyar yang menawarkan kamera-kamera makin canggih.

Namun, untuk mendapat foto yang menarik tak selalu harus bergantung pada kecanggihan perangkat yang digunakan. Beberapa saran berikut bisa dicoba agar hasil jepretan kamera ponsel lebih maksimal.

Pencahayaan
Intensitas cahaya sangat memengaruhi hasil foto. Jika Anda memotret di luar ruangan, saat terbaik untuk memotret adalah di jam emas, yaitu pagi setelah matahari terbit dan sore sebelum matahari tenggelam.

Cahaya matahari di waktu-waktu ini terlalu keras, cahanyanya lebih lembut ketika jatuh ke objek. Tapi jika terpaksa memotret saat tengah hari, hindari memotret objek yang langsung terkena cahaya matahari.

Cari lokasi yang dinaungi peneduh sehingga pencahayaannya lebih merata. Pencahayaan juga lebih baik ketika suatu daerah tengah dinaungi awan atau saat mendung. Sebab, awan akan cahaya matahari akan menyebarkan cahaya matahari.

Rekam informasi cahaya sebanyak mungkin
Sensor kamera di smartphone memiliki keterbatasan untuk menangkap bagian paling terang foto ke bagian tergelapnya (dynamic range). Sehingga penting untuk memastikan lensa kamera terbuka selebar-lebarnya.

Caranya ketuk bagian paling terang yang tampak di layar smartphone. Bagian paling terang ini biasanya adalah langit. Kalau foto yang dihasilkan terlalu gelap, pengguna bisa menggunakan aplikasi pengedit foto seperti Lightroom atau Afterlight.

Komposisi
Dalam fotografi, ada konvensi komposisi yang dinamakan aturan sepertiga (Ruled of Third). Panduan ini akan membantu pengguna untuk menempatkan objek dalam bingkai foto.

Kebanyakan smartphone punya fitur berupa kisi-kisi berupa dua garis horizontal dan dua garis vertikal. Ini adalah panduan untuk membuat komposisi sepertiga itu. Disebut sepertiga karena dua garis ini membagi bidang vertigal dan horizontal kamera dalam tiga bagian. Untuk mendapat komposisi foto yang menarik, disarankan untuk objek ditempatkan pada titik pertemuan garis horizontal dan vertikal ini.

Saat memotret seseorang, tempatkan bingkai kamera sehingga objek terpotong di tengah-tengah antara tumit dan lutut atau ditengah paha. Ruang kosong diatas kepala (head room) juga penting untuk diperhatikan. Usahakan tidak memberi terlalu banyak ruang kosong yang terlalu lebar atau terlalu sedikit.Coba memotret dari berbagai sudut untuk mengubah rasa foto.

Ketika memotret pemandangan coba untuk menangkap dari objek yang terdekat dari pemotret terlebih dulu untuk mekankan adanya kedalaman foto.

Aplikasi kamera
Jika aplikasi kamera bawaan tidak memiliki banyak fitur, coba unduh aplikasi kamera lain. Beberapa aplikasi kamera bisa memberikan pengaturan bukaan lensa , ISO, kecepatan rana (berapa lama gambar akan ditangkap), dan pengaturan lain yang lebih bebas. Sehingga pengguna bisa lebih bebar berkreasi.

Mode portrait
Istilah portrait biasanya ditujukan untuk foto yang menonjolkan bagian wajah hingga bahu. Untuk memaksimalkan hasil potret dengan fitur ini gunakan saat objek memiliki latar belakang dan ketika cahaya melimpah.

Ponsel seperti iPhone X, Google Pixel, dan Samsung Galaxy S9 memiliki fitur portrait yang mengaburkan latar belakang, sehingga menambah kesan dalam atau efek 3D.

Selfie
Kamera depan biasanya tidak sebaik kamera depan. Sebisa mungkin gunakan kamera terbaik untuk mengambil foto. Meski saat ini ada beberapa ponsel yang menawarkan kamera depan yang lebih baik dari kamera belakang. (IMK)

Redaksi manado 2017 5/20/2018

Penulis: Redaksi manado 2017

RedaksiManado.Com : Situs Media Online yang menyajikan berita secara umum baik Internasional, Nasional dan Khususnya di Sulawesi Utara
«
Berikutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Tidak ada komentar: