
Tomohon,Redaksimanado.com~Dua calon Ketua PWI Sulut, Merson Simbolon dan Jhon Paransi, serta 1 Calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Sulut, Ramon Wowor melayangkan surat protes dan keberatan atas hasil Konferensi Provinsi PWI Sulut ke PWI Pusat pada Selasa (14/4/2026) pekan lalu, dinilai cacat hukum.
Dari Surat Protes dan Keberatan 3 calon Ketua ke PWI Pusat yang diterima redaksi, Konferensi yang dihadiri langsung Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh ini, dalam pelaksanaannya patut diduga telah menabrak Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Organisasi (PO) PWI.
Merson Simbolon dan Jhon Paransi dalam surat protes keberatannya lebih menitikberatkan tentang penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh PWI Pusat. Hal ini lebih terlihat ketika PWI Pusat terlebih dahulu mengeluarkan penetapan Calon Ketua PWI Sulut dan Calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut, disaat DPT belum ditetapkan.
Yang lebih mengherankan para calon Ketua ini, Sekjen PWI ketika itu, Alm. Zulmansyah Sekedang terkesan memaksakan memasukan sejumlah nama-nama anggota PWI yang sebelumnya terdaftar sebagai anggota PWI versi KLB pimpinannya dalam DPT dengan menghapus sejumlah nama yang sudah lolos dari Daftar Pemilih Sementara (DPS). Beberapa kali DPT dirubah dengan dalih mengikuti keputusan pusat, tanpa melibatkan pengurus PWI Sulut dan mengindahkan putusan kongres Persatuan PWI.
Para calon Ketua ini juga menyoroti netralitas Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh saat hadir dan memimpin Konferensi. Zulkifli secara kasat mata menelurkan sejumlah keputusan yang menabrak AD/ART, PO PWI dan Tata Tertib Konferensi.
Netralitas kepemimpinan Zulkifli semakin dipertanyakan ketika dalam pemilihan Ketua PWI Sulut, kertas surat suara yang bertuliskan “Lucya Bojoh” dianggapnya sah, dan menguntungkan calon Ketua PWI Sulut Sintya ND Bojoh. Sementara diketahui, didalam konferensi, tidak ada peserta calon Ketua PWI Sulut yang bernama Lucya Bojoh.
Namun Zulkifli membatalkan suara untuk calon Ketua PWI Sulut bernama Merson Simbolon ketika ada kertas surat suara bertuliskan “Merson Ok”.
Sintya Bojoh unggul dengan memperoleh 145 suara, Merson Simbolon 109 suara, Jhon Paransi 5 suara dan 2 kertas suara dinyatakan rusak, total suara masuk sebanyak 261 suara. Sementara saat penghitungan kertas suara usai pemilihan, jumlah kertas suara sebanyak 264 kertas suara dari 264 pemilih sesuai DPT.
Ada 3 suara yang raib “dimakan tuyul” tepat didepan hidung Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh. Kepemimpinan Zulkifli pun semakin ngawur ketika memutuskan pemenang dalam pemilihan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut.
Dimana, Ramon Wowor yang unggul 131 suara dari Satrin yang memperoleh 88 suara, harus gigit jari, setelah Zulkifli hanya menentukan pemenang seperti permainan anak kecil. Zulkifli bahkan menolak untuk menggelar kembali konferensi untuk 45 hari kedepan, sesuai AD/ART dan PO PWI.
Dalam surat keberatannya, ketiga calon Ketua ini kompak meminta PWI Pusat membatalkan hasil konferensi dan menggelar konferensi kembali. Hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi ke PWI Pusat masih terus diupayakan.**(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar